
Senin, 24 Oktober 2016
INI DIA PERNYATAAN PT.KAI, kenapa mesin mobil mati ketika di lintasan kereta api.

Minggu, 23 Oktober 2016
MEMALUKAN!! Minta Uang Damai,Polisi Tak Tahu Ternyata Yang Ditilang Adalah Kapolda.

PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo diinformasikan turun langsung ke lapangan serta menyamar jadi warga sipil.
Orang nomer satu di Polda Sumsel ini sengaja melanggar dan distop anggota Polantas.
Ia diberhentikan serta dibawa ke satu tempat untuk diproses.
Tetapi, waktu tersebut anggota Satlantas tidak tahu bila itu Kapolda Sumsel.
Serta saat memohon sejumlah uang langsung ditangkapnya sendiri.
" Yakni. Daerah mana banyak, makanya anggota yang pungli ditindak sesuai sama kesalahannya. "
" Tetapi, jangan sampai juga masyarakat memberikan peluang untuk mengajak damai anggota. Itu juga salah, " katanya, Selasa (18/10/2016).
Setidaknya, sudah ada 10 anggota yang ditindak karena didapati kerjakan pungli.
Serta salah satunya anggota yang ditangkapnya langsung di daerah.
" Ada anggota OI, Prabumulih, Polresta Palembang, OKU Timur serta banyak daerah lain. "
" Mereka akan di cek serta dipakai sanksi sesuai dengan berat ringannya pelanggaran yang dikerjakan. "
" Tidak semua anggota yang senantiasa pungli, banyak pula anggota yang baik, " terang Djoko.
Berkaitan ada anggota Polresta Palembang yang ditangkap waktu lakukan pungli.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Aria tidak menyangkal berkaitan ada anggota yang tertangkap tengah lakukan pungli.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto SIk
Menurut Tommy, ada anggota Sahbara yang di tangkap saat tengah lakukan pungli dan sudah diamankan.
Serta segera ditindak sesuai sama tingkat kekeliruannya.
" Semuanya sudah diperingatkan dan senantiasa diingatkan. Tidak ada yang kerjakan pungli, terkecuali dengan service yang sudah diatur dalam ketentuan. "
" Ada service seperti pembuatan SIM dan SKCK yang memanglah ada biaya pembuatan resmi, selain itu tidak ada jika ada itu namanya pungli, " papar Tommy waktu dijumpai usai acara di Mapolda Sumsel, Selasa (18/10/2016).
Sejak mulai dirinya memimpin di Polresta Palembang, semuanya anggota sudah diperingatkan untuk berikan service pada orang-orang dengan baik dan benar.
Diluar itu, tidak diperkenankan untuk memohon imbalan berkaitan service yang diperoleh.
Jika didapati, pihaknya tidak akan segan-segan menindak anggota itu.
" Untuk anggota yang mengamankan atau bertugas di satu tempat acara, memang tidak ada biaya. "
" Tetapi terkadang panitia memberi sebatas makan siang. Kasihan juga anggota, saat tidak dapat makan
ORANG HILANG
Yang berada di foto adalah keponakan teman saya , bernama ilyas Hidayat dgn kendaraan Mio Plat B 6453 KTA ,
Sejak kecil beliau di asuh oleh kakek nenek nya tidak bersama orang tuanya , tapi 1 tahun lalu neneknya meninggal , 3bulan lalu kakek nya meninggal. Bertemu keluarga terakhir pada saat Lebaran 2016 dan sejak saat itu lost kontak , nomer hp gak bisa di hubungi , di cari di kos sudah pindah , di kampusnya di Kota Purwokerto malah dapat laporan sudah tidak masuk 2 semester.
Keluarga sudah membuat berita kehilangan di kepolisian Purwokerto.
Hasil pelacakan sementara dari rekening ybs ada transaksi penarikan ATM tgl 18 september 2016 di lottemart yogyakarta.
Keluarga menduga iliyas ada di Jogjakarta , karena keinginan nya sejak dulu bisa kuliah di UGM.
Karena masih ada keluarga nya yg peduli , kamu tidak hidup sendiri (gitu pesan keluarganya)

Sabtu, 22 Oktober 2016
PENCURIAN HP DI SEYEGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA
Menurut info namanya dani, orng getas.
Kejadian jam 11 malam tadi."
KEBAKARAN DI JL. PARIS Yogyakarta

YOGYAKARTA . Telah terjadi peristiwa kebakaran terjadi di jalan Parangtritis KM 7, Bantul, Sabtu (22/10/2016) pagi ini.
Jumat, 21 Oktober 2016
SOPIR NYAMBI JUDI DI TERMINAL WONOSARI
Rehat Nunggu Penumpang, Sopir Nyambi Bandar Dadu di Terminal
Wonosari,Perjudian memang sulit sekali untuk diberantas. Dalam prakteknya, perjudian bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Para penjudi cenderung cukup lihai dalam bermain kucing-kucingan dengan aparat.
Seperti yang dilakukan oleh kru bus di Terminal Dhaksinarga ini. Di sela-sela menunggu penumpang, sang supir bus, Ar (49) warga Gedongkuning, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta justru membuka praktek judi dadu di mini bus yang dikemudikannya. Tak hanya kru bus saja, yaitu kernetnya, An (38) warga Saptoadi, Bantul perjudian dadu di siang bolong tersebut juga diikuti oleh masyarakat umum. Para pelaku memanfaatkan sepinya situasi di Terminal sehingga nekat melakukan praktek illegal tersebut.
Setelah berlangsung sejak beberapa waktu, rutinitas Ar dan An akhirnya terhenti setelah Rabu (19/10/2016) siang kemarin, anggota Reskrim Polres Gunungkidul yang dipimpin KBO Reskrim Polres Gunungkidul, Ipda Pudjijono menggerebek mereka. Bersama dengan Ar dan An, turut pula diamankan Jj (47) warga Padukuhan Kemorosari, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari dan Sa (52) warga Padukuhan Guyangan, Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari.
“Keempat pelaku kami amankan saat sedang berjudi jenis dadu di dalam mini bus,” kata Pudjijono, Kamis (20/10/2016) siang.
Ia jelaskan lebih lanjut bahwa praktek perjudian yang dilakukan Ar dan rekan-rekannya tersebut sudah berlangsung sejak beberapa lama. Polisi sendiri sempat melakukan pengintaian di sekitar lokasi selama beberapa waktu. Setelah kemudian dipastikan bahwa sedang terjadi perjudian, petugas langsung melakukan penggerebekan.
“Bersama dengan pelaku, kita amankan pula sebuah minibus, uang tunai senilai 373 ribu rupiah, dan satu set peralatan judi dadu,” lanjut Pudjijono.
Pudijono menambahkan bahwa keempat pelaku perjudian sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan di ruang tahanan Mapolres Gunungkidul.

